Danau Toba Milik Warga Dunia

Jones Gultom*

Beberapa bulan terakhir ada dua isu penting terkait Danau Toba. Pertama, soal dukungan danau vulkano ini sebagai geopark. Kedua, terkait penolakan perpanjangan izin operasi PT Aquafarm. Menyangkut geopark, Danau Toba memang sudah diusulkan pemerintah menjadi geopark bersamaan dengan Danau Batur, Pacitan dan Raja Ampat.

Menyusul kemudian Taman Nasional Gunung Rinjani. Namun baru Danau Batur, Pacitan dan Taman Nasional Gunung Rinjani yang masuk nominasi. Raja Ampat dan Danau Toba masih dalam tahap penjajakan lebih lanjut. Karena itu sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat Indonesia bersatu membangun opini serta memberikan kontribusi sosialnya untuk mewujudkan visi ini.

Ada banyak manfaat jika Danau Toba menjadi geopark. Danau ini akan menjadi warisan dunia yang wajib dilindungi oleh seluruh warga dunia di bawah naungan UNESCO. Dengan begitu, kelestariannya akan mendapat perhatian secara khusus. Kedua, Danau Toba nantinya menjadi pusat penelitian ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kelangsungan ekosistem bumi. Dampaknya akan terbangun konsep pariwisata keilmuan yang berbasis ekowisata.

Ketiga, secara otomatis, akan terbangun infrastruktur pendukung tanpa harus merusak lingkungan. Keempat, Danau Toba akan terpromosikan sendiri ke seluruh penjuru dunia, yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Kelima, kawasan Danau Toba dan daerah-daerah penyanggahnya seperti Berastagi dan Bahorok, akan terkena imbas positif dari citra Danau Toba itu sehingga menciptakan potensi ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. Keenam, keragaman sosial-budaya masyarakat yang berdiam di persekitaran danau, akan terpelihara dan terkuatkan karena merupakan bagian intergral yang tak bisa dipisahkan dari ekosistem alam pendukungnya.

Memenuhi Syarat

Dari beberapa kali diskusi geopark Toba yang diusung oleh Komunitas Earth Society (ES) bersama geolog dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), pengamat lingkungan hidup, praktisi pariwisata dan budayawan, disimpulkan bahwa Danau Toba beserta daerah penyanggahnya telah memenuhi sejumlah persyaratan geopark. Konsep geopark sendiri adalah integrasi pengelolaan warisan geologi (geological heritages) dengan warisan budaya (cultural heritages).

Dari sisi geological heritages, alam Danau Toba menyisakan sejumlah peninggalan geologi yang berkaitan dengan proses pembentukan bumi. Menurut Ketua IAGI Sumut, Ir. Gagarin Sembiring di beberapa kawasan Danau Toba masih terdapat sisa-sisa debu volcano dari letusan Gunung Toba yang telah berubah menjadi lapisan batuan. Selain itu, baru-baru ini ditemukan fosil batuan yang berumur 300 juta tahun di Tele. Batuan ini memiliki sifat yang sama dengan yang ada di Bahorok. Berdasarkan strukturnya, batuan ini diduga berasal dari wilayah Australia yang terbawa oleh air laut.

Informasi penting lainnya dikemukakan pengamat Danau Toba dari ES, Erwin Landy. Dari hasil observasi yang ia lakukan selama berpuluh tahun, ia menemukan patahan di dasar Samosir. Patahan itu terhubung mulai dari desa Pakpahan sampai Tomok. Patahan inilah yang membuat Pulau Samosir selalu dilanda kekeringan, meski sedang musim hujan. Erwin juga menemukan banyak “sumur” di Samosir yang justru kering selama musim hujan namun di musim kemarau tetap berair.

Seperti yang kita tahu, posisi geografis Danau Toba berada di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Setiap tahun lempeng-lempeng ini bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 7 cm per tahun. Lempeng Pasifik bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun.

Dari sistem sosial, seni dan budayanya, kekayaan masyarakat yang berdiam di persekitaran Danau Toba sangat orisinal. Setidaknya terdapat 5 etnis (Karo, Toba, Simalungun, Pak-pak, Dairi) yang berdiam di wilayah Danau Toba. Masing-masing etnis memiliki kekayaan seni-budayanya yang unik. Contohnya, menurut dosen pengkajian seni dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Irwansyah Harahap MA, sistem sosial masyarakat Batak yang dikenal dengan nama Dalihan Natolu. Dalihan Natolu merupakan sistem demokrasi yang lebih sempurna dari Trias Politica. Di dalam Dalihan Natolu, suatu waktu seorang Batak menjadi hula-hula. Di lain kesempatan jadi parboru dan di moment yang lain berbuah menjadi dongan tubu. Dengan Dalihan Natolu, orang Batak tidak mengenal kekuasaan yang tak terbatas. Kesenian yang dimiliki masyarakat 5 etnis ini juga luar biasa. Pada masyarakat Karo terdapat perkusi terkecil di dunia. Sedang pada masyarakat Toba ada taganing yakni perkusi yang sekaligus juga bisa dimainkan secara melodik-pentatonik. Reportoar-reportoar musiknya mengandung spirit ketuhanan dan alam semesta. Integrasi sosial masyarakat dengan alamnya terjalin erat. Hal ini terlihat dari konsepsi tata ruang serta arsitektur rumah masyarakatnya yang mempertimbangkan aspek ekologis. “Sejak dulu, nenek moyang orang Batak telah mengajarkan kearifan dalam membangun rumah, yakni dengan menghadap sumber air (Danau Toba). Danau Toba menjadi halaman bersama sehingga harus dijaga bersama-sama,” tambah Irwansyah.

Dari segi pariwisata, keindahan Danau Toba tidak ada duanya. Danau Toba yang dikelilingi pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari Aceh sampai Lampung, disanggah oleh sumber-sumber air yang ekostis. Sebut saja air terjun Sipiso-piso, Sigura-gura dan Sampuran, Keragaman hayati di hutan tropis yang menyanggahnya juga sangat kaya. Terdapat bermacam jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan. Termasuk pula, beragam jenis bunga langka seperti anggrek putih, edelweiss dan kantung semar.

Kehidupan yang Berkelanjutan

Yang paling penting dari tujuan geopark itu adalah terwujudnya kehidupan yang berkelanjutan antara alam dengan masyarakatnya. Untuk mendukung itu, Danau Toba serta kawasan penyanggahnya harus terjaga kelestariannya. Tidak ada alasan untuk mengeksplorasi kawasan Danau Toba, apalagi sampai harus mencemarinya, seperti yang dilakukan TPL, Aquafarm, Alegrindo Nusantara selama ini. Sudah saatnya masyarakat bertindak demi kelangsungan hidupnya sendiri. Jangankan biarkan kepentingan kapitalis subur di kawasan Danau Toba. Danau Toba harus tetap lestari. Jika tidak, bencana sudah akan di depan mata.

D20_0203

*(Penulis adalah penghayat kebatakan. Tulisan ini sudah dimuat di Harian Sumut Pos, edisi, 12 Juni 2012. Tulisan ini dikirim langsung dan ditujukan untuk www.tanobatak.wordpress.com)

Karya tulis Jones Gultom di blog ini :

EUFORIA NATAL PADA SEBUAH KAMPUNG

PUISI PASKAH

MENGAPA (HARUS) KARO BUKAN BATAK

SAJAK TIURMA

DEAK PARUJAR

TIDAK ADA TEMPAT BAGI YANG BIASA-BIASA

MABUK

10 thoughts on “Danau Toba Milik Warga Dunia

  1. NDH
    12 6 2012
    KOMENTAR KONVERGENSI
    MELESTARIKAN
    DGK
    DEMOGRAFIKA GEOGRAFIKA KULTUROLOGIKA
    DAERAH DANAU TOBA
    OLEH
    TATANAN INTERNASIONAL

    1.KONSEP Visi Missi Internasional ini dapat dilacak Garis TBB Tepat Baik Benar : pada ORREF NKRI dan Dunia 50 Th I 1945/1995 dan II 1995/2045. serta Legitimasi Endogen NKRI, dalam Persetujuan dan Kontrol Jangka Panjang Menengah Pendek : 5 Th 1 2 3 4 5 / 25 Th I II / 50 Th I II / 100 Th I Dst.
    2.Artinya, Prinsip Dasar HAM HAA Hak Azasi Alam PS Panca Sila BBB Bersama Bekerjasama Bekerjabersama Demokratis Dunia dengan memakai Pakar ITSS Ilmiah Teknologi Sekular Sakral digunakan TBB Tepat Baik Benar.
    3.Dapat disinyalir Awal Penelitian ITSS yang disebutkan oleh JG untuk dijabarkan Kritis ITSS Bersinambung Lestari seperti Pelestarian Jangka Panjang dst.
    4.Bertalian ini Historiografika DGK Demografika Geografika Kulturologika cq Batak juga di Sumut berasal dari Akar Awal Bangsa MmHss 12 Jt Th sM – 5 Rb Th sM dan Akulturasinya Antar MmHss Manusia Moderen Homo Sapiens Sapiens terutama Akulturasui dengan Model BTS Bangsa Tuhan Satu MmHss Adam / Hawa 4004 Th sM dan Jabarannya JKI Jahudi Keristen Islam Abad 6 serta Legitimasi Batak di NKRI Kini pada Abad 19 (Quran oleh Tuanku Rao Sinambela dan Imam Bonjol / & Bibel dari IL Nommensen pada Raja Pontas Tobing Penganut Ajaran Mulajadinabolon Awal Ajaran Bataraguru dan Putrinya Deakparujar diterima dari Mulajadinabolon Mulajadibesar di Surga untuk dibawa dijabarkan dalam Hidup di Dunia Bumi dalam Keluarga Kultur DNT Dalihan Na Tolu 3 Kelompok Masyarakat Pembentuk Keluarga dari Nikah Exogam Tak Boleh Lagi Nikah Incest akulturasi 10 Hukum Musa diterima di Sinai 1491 sM, dan Konsep Pikir Unitarial Tuhan Pencipta Alamsemesta adalah Dasar HAM HAA PS yang dikontribusi bersama Semua Etnik mulai dari Indonesiatua Protoindonesia dan Muda miliki dan ditransfer ke NKRI 1 6 / 17 8 1945.
    5.Kematangan Berpikir Terutama pada ORREF 50 Th II 1995/2045 NKRI / Dunia bisa logika Taraf ITSS diterima untuk segera perlu BBB Internasional dan Pakarnya melatakan Dasarn Pimpinan Pemeliharaan Planet Bumi Univeŕsum Bersama.
    6.Kesanggupan Khusus Batak mungkinsudah segera dalampengetahuan pengertian pemahaman ini untuk diöakukan Visi itu dalam Missi Bersina,bing Lestari.
    7.Mohon Reorientasi Dst Aklademika Universitaria Honoriskausa.
    8.NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Missi Voluntir, HH Hamburg.

  2. Semoga pemerintah sekelilingnya (PEMDA-PEMDA) di Sumatera utara dan Aceh Selatan, mendukung program ini, dan dengan sepenuh hati menjaga lingkungan dan menghentikan segala bentuk pembabatan hutan. Semoga mereka membaca artikel ini.

  3. LUHUT SINAGA berkata:

    Danau toba, keindahanmu sudah mendunia….! Apalagi kalau kamu bisa menjadi Geopark…!

    Geopark sangat berdampak positif bukan hanya mempertinggi nilai wisata Danau Toba tetapi pada saat yang sama juga menciptakan lapangan kerja dan menunjang pengembangan ekonomi setempat. Kajian danau toba sebagai Geopark akan mempertinggi nilai budaya dan perekonomian daerah2 pesisir danau toba pada khususnya dan Sumatera Utara pada umumnya.

    Teritorial yang menjadi Geopark biasanya, bukan hanya berlandaskan pada alasan geologis dan nilai2 budaya, tetapi juga harus memuat nilai2 arkeologis, dan ekologi. Tiga landasan utama sudah dimiliki danau toba menjadi Geopark, yakni: Geologi, budaya dan ekologi, tetapi sepanjang pengetahuan saya, danau toba belum memiliki nilai2 arkeologi, seperti penemuan alat2 purbakala, candi, etc. Apakah kita bisa mengatakan bahwa “sapa” piring besar untuk orang2 tua dulu makan, bisa kita kategorikan sebagai alat2 purbakala dari nenek moyang kita?

    Semoga danau toba tercinta bisa menjadi salah satu Geopark, yang bisa memberikan jawaban bagi penliti2 dunia. Bagaimana bentuk dukungan dari masyarakat agar danau toba bisa mejadi Geopark? Apakah melalui questioner atau polling, atau dengan cara lain?

    Terimakasih pada penulis dan mereka yang memprakarsai program ini. Horas,

    Salam
    Luhut Sinaga

  4. danau toba itu kejaiban dunia ! jaga lah kelestarian dan keindahan nya , selain borobudur danau toba juga recomend tempat wisata ,, oh negriku kita jaga sama sama ya supaya bisa di banggakan

  5. setujuh, tapi danau toba indonesia punya.! mitos percinta-an nya juga sangat ngejual. moga danau toba jadi salah satu pusat wisata indonesia yang sangat terkenal di dunia seperti menara di “paris”. AMin

  6. ya cocok tu danau toba menjadi Geopark,
    apalagi menjadi keajaiban dunia & danau toba kan punya sejuta
    misteri yg harus dipecahkan

    #GO Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s