Hentikan Eksploitasi Danau Toba

Jones Gultom

Limbah Sehari = 77 Tahun Pencemaran

PASCA kunjungan Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia, Heinz Walker Nederkoorn 21-23 Januari 2013 lalu, menyisakan kecurigaan sekaligus kekecewaan di kalangan pecinta Danau Toba. Maklum di tengah maraknya penolakan terhadap PT. Aquafarm Nusantara (AN), pejabat daerah ini, justru memohon PT milik Swiss ini, menambah investasi (Kerambah Jaring Apung) di Danau Toba. Padahal jelas-jelas usaha kerambah itu telah mencemari danau volcano-tektonik terbesar di dunia ini.

Memang, fakta membuktikan, AN pembudidaya ikan nila (tilapia) bukanlah satu-satunya perusahaan yang mencemari Danau Toba. Jauh sebelumnya, Indorayon yang kini berubah nama menjadi Toba Pulp Lestari (TPL) juga ikut bertanggungjawab dengan kerusakan ekosistem Danau Toba. Selain itu, PT. Algerindo Nusantara, peternakan babi raksasa, yang berbasis di Simalungun, terbilang penyumbang limbah ke kawasan Danau Toba. Termasuk pula industri-industri yang bergerak di bidang pariwisata, sebagian besar membuang limbahnya ke Danau Toba.

Terkhusus PT Aquafarm Nusantara, isunya menjadi menarik. Bukan saja karena kehadirannya yang mencemari Danau Toba, tapi juga karena perpanjangan izin operasinya yang belum keluar. Seperti yang diinformasikan sebelumnya, izin operasi PT AN telah habis sejak beberapa tahun lalu. Saat ini izinnya, masih dalam proses. Pertimbangan itu terkait rekomendasi 7 bupati di kawasan Danau Toba, yang sepakat mengevaluasi perusahaan tersebut, sebelum izinnya diperpanjang. Tetapi dalam kunjungan Dubes itu, Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, justru memohon agar PT AN (Swiss) menambah investasi jaring apungnya. Dalam arti, Mangindar Simbolon, telah melanggar hukum sekaligus berdusta kepada publik.

“Danau Toba sesuai perpres, sudah dimasukkan dalam Kawasan Strategis Nasional sekaligus nominasi unggulan Geopark. Dengan begitu, Danau Toba tidak boleh lagi dieksploitasi, apapun alasannya,” kata Mangaliat Simarmata, dari Earth Society, beberapa waktu lalu.

Kajian Ilmiah Tentang Kerambah Aquafarm

Berikut ini, penulis sajikan kajian ilmiah tentang dampak kerambah Aquafarm yang disarikan dari hasil penelitian Ir.Pohan Panjaitan, MS, PhD. Penelitian ini berjudul “Kajian Potensi Keramba Jaring Apung PT. Aquafarm Nusantara Mencemari Ekosistem Danau Toba.” Penelitian dilakukan di Medan dan lokasi KJA PT.Aquafarm Nusantara selama empat bulan, yaitu mulai September sampai Desember 2008. Penelitian ini merupakan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir.

Dari hasil penelitian Pohan Panjaitan, 1 ton pakan yang ditabur di Danau Toba, akan menghasilkan sedikitnya 33,6 Kg nitrogen dan 20 kg posfor. Itupun jika kita asumsikan yang tersisa dari pakan itu cuma 5 persen. Artinya 95 persen pakan habis termakan. Bagaimana jika yang habis termakan cuma 70 persen?

Berdasarkan data lapangan ada dua jenis pakan yang digunakan. Sedangkan dari hasil uji laboratorium dibuktikan bahwa prosentasi nitrogen yang terkandung pada pakan jenis 1 dan 2 adalah sebesar 5,23 % sedangkan kadar air pakan 1 sebesar 10,83 % dan pakan 2 sebesar 10,61 %. Selanjutnya prosentasi nitrogen daging ikan berdasarkan berat kering 10,53% dan kadar air ikan (berat basa) sebesar 75,23 %. Sedangkan prosentasi nitrogen dalam pakan ikan yang menjadi limbah di perairan Danau Toba adalah sebesar 68,90 % untuk pakan jenis 1 dan 69,01 % untuk pakan jenis 2.

Dari informasi yang didapatkan, bahwa PT.Aquafarm menggunakan 200 ton pakan setiap hari untuk kegiatan KJA di perairan Danau Toba. Artinya total limbah nitrogen yang dihasilkan di perairan Danau Toba setiap hari sebanyak 6,89 ton untuk pakan jenis 1 dan sebanyak 6,92 ton, dengan asumsi, hanya 5 persen pakan yang tidak termakan.

Sementara itu, prosentasi nitrogen pakan yang menjadi limbah di perairan Danau Toba menurut kajian ini didukung oleh hasil beberapa penelitian sebelumnya (Beveridge, 1996) menunjukkan bahwa 70 % nitrogen yang dikonsumsi oleh ikan akan terbuang ke perairan (pakan yang digunakan dengan koversi ratio 1,6). Sedangkan untuk limbah fosfor yang dihasilkan di perairan Danau Toba setiap hari sebanyak 2.39 ton untuk pakan jenis 1 dan sebanyak 2.15 ton untuk pakan jenis 2 dengan asumsi 5 % pakan tidak terkonsumsi oleh ikan.

Padahal Danau Toba merupakan perairan yang mempunyai resident time air 77 tahun (Lehmusluoto dan Machbub, 1995). Artinya perlu 77 tahun lamanya, untuk mengeluarkan 6.89 ton limbah nitrogen dan 2.39 ton limbah fosfor yang terlanjur masuk ke perairan Danau Toba dari PT.Aquafarm Nusantara. Padahal limbah nitrogen seberat 6.89 ton dan fosfot 2.39 ton, setiap harinya masuk ke Danau Toba. Kesimpulannya, dalam sehari saja PT Aquafarm Nusantara beroperasi berarti telah mecemari Danau Toba selama 77 tahun. Jika pihak Aquafarm menyangkal bahwa di area KJA mereka tidak ada penumpukan sisa pelet itu dikarenakan karena pengaruh pola arus. Setiap saat tumpukan-tumpakan sisa pakan itu berpindah-pindah, jadi susah dideteksi. Tetapi yang lebih penting, limbah yang paling membahayakan itu adalah kotoran dan urine ikan itu sendiri, jelas Pohan.

Urine dan Feses KJA PT AN, Lebih Membahayakan

Masih berdasarkan penelitian Pohan Panjaitan, yang mengutip hasil kajian ilmiah sebelumnya di bidang budidaya ikan (Beveridge and Philips, 1993) menemukan bahwa sebesar 74. 59 % produk nitrogen hasil metabolisme ikan tilapia (nila) dibuang melalui urine dan hanya 25.41 % produk nitrogen ikan tilapia diekskresikan dalam bentuk feses. Dengan demikian total jumlah nitrogen yang dibuang dalam bentuk urine ikan tilapia pada Kerambah Jaring Apung (KJA) PT.Akuafarm sebanyak 5,14 ton untuk pakan jenis 1 dan 5,16 ton untuk pakan jenis 2, dengan asusmsi sebesar 5 % pakan tidak terkonsumsi oleh ikan. Sedangkan total jumlah nitrogen yang diekresikan melalui feses ikan tilapia pada KJA PT. Aquafarm sebanyak 1,75 ton untuk pakan jenis 1 dan 1,76 ton untuk pakan jenis 2.

Melalui pendekatan biomas, pakan yang digunakan dengan menggunakan hasil analisis kadar air pakan dan ikan yang dipakai serta konversi pakan 1,8 maka jumah limbah padatan yang dihasilkan oleh Kerambah Jaring Apung (KJA) PT Aquafarm Nusantara (AN) adalah sebesar 168,72 ton per hari untuk jenis pakan 1 dan 169,220 ton per hari untuk jenis pakan 2. Limbah padatan ini juga merupakan potensi bagi perairan Danau Toba untuk meningkatkan padatan tersuspensi, terkoloid dan terlarut serta pendangkalan danau mengingat pengeluaran utama Danau Toba hanya Sungai Asahan. Partikel padatan yang selalu mengendap di dasar danau tidak mungkin dikeluarkan dari Sungai Asahan karena air yang keluar dari danau bukan dari bawah tetapi dari atas.

Limbah organik KJA yang berupa bahan organik; yang biasanya tersusun oleh karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, sulfur dan mineral lainnya (Polprasert, 1989). Limbah organik yang masuk ke dalam perairan dalam bentuk padatan yang terendap, koloid, tersuspensi dan terlarut. Dengan demikian KJA PT Aquafarm Nusantara dengan menggunakan limbah 200 ton per hari telah mempunyai potensi yang besar untuk menurunkan kualitas air.

Pada umumnya, yang dalam bentuk padatan akan langsung mengendap menuju dasar perairan. Sumbangan partikel padatan sekitar 169 ton per hari oleh KJA PT.Aquafarm dapat mempercepat pendangkalan perairan Danau Toba sebab pengeluaran utama danau adalah Sungai Asahan yang airnya dikeluarkan dari atas danau dimana semua padatan selalu tertinggal di dasar danau.

Sisa pakan dan feses ikan KJA PT. Aquafarm Nusantara yang mengandung bahan organik dapat berupa padatan tersuspensi, terkoloid dan terlarut yang sangat berpengaruh kecerahan dan kekeruhan selanjutnya berkaitan erat dengan proses fotosintesis dan respirasi organisme perairan. Tingginya padatan tersuspensi, terlarut dan terkoloid dapat merusak sistem pernapasan ikan dan larva ikan yang hidup di danau

Sisa pakan dan hasil metabolisme ikan KJA PT Aqufarm Nusantara sebagai limbah di badan air Danau Toba jika tidak dimanfaatkan oleh fauna perairan lain, seperti ikan, kepiting, bentos dan lainnya; maka akan segera dimanfaatkan oleh mikroba; baik mikroba aerobik (mikroba yang hidupnya memerlukan oksigen); mikroba anaerobik (mikroba yang hidupnya tidak memerlukan oksigen) dan mikroba fakultatif (mikroba yang dapat hidup pada perairan aerobik dan anaerobik).

Semakin banyak limbah organik yang masuk dan tinggal pada lapisan aerobik akan makin besar pula kebutuhan oksigen bagi mikroba yang mendekomposisi, bahkan jika keperluan oksigen bagi mikroba yang ada melebihi konsentrasi oksigen terlarut maka oksigen terlarut bisa menjadi nol dan mikroba aerobpun akan musnah digantikan oleh mikroba anaerob dan fakultatif yang untuk aktifitas hidupnya tidak memerlukan oksigen.

Pengaruh pertama proses dekomposisi limbah organik di badan air aerobik adalah terjadinya penurunan oksigen terlarut dalam badan air. Fenomena ini akan mengganggu pernafasan fauna air seperti ikan batak dan udang-udangan; dengan tingkat gangguan tergantung pada tingkat penurunan konsentrasi oksigen terlarut dan jenis serta fase fauna. Dengan demikian maka dalam kondisi konsentrasi oksigen terlarut menurun akibat dekomposisi; larva ikan batak dan jenis organisme lain akan lebih menderita ataupun mati.

Menurut saya, boleh jadi seperti yang ditengarai Pohan, dalam penelitiannya itu, kasus kematian ikan mas mendadak yang sering terjadi di Danau Toba, ada hubungannya dengan dekomposisi itu. Seperti kasus kematian ribuan ikan mas di Nagori Marihat Bukit, Simalungun, pertengahan tahun lalu. Sama dengan kasus-kasus sebelumnya, penyebab kematian itu selalu diduga karena virus KHV. Pertanyaan mengapa virus itu bisa muncul? Terutama sejak 20 tahun belakangan ini?

Kepunahan Makhluk Endemik

Penelitian Pohan menyimpulkan, bahwa sisa pakan dan hasil metabolisme ikan berupa urine dan feses berupa limbah organik dari KJA PT.Aquafarm Nusantara yang masuk ke badan air yang anaerob akan dimanfaatkan dan diurai (dekomposisi) oleh mikroba anaerobik atau fakultatif yang menghasilkan sel-sel mikroba baru juga menghasilkan senyawa-senyawa CO2, NH3, H2S, dan CH4 serta senyawa lainnya seperti amin dan komponen fosfor. Asam sulfide (H2S) dan amin adalah senyawa yang mengeluarkan bau menyengat yang tidak sedap, misalnya H2S berbau busuk dan amin berbau anyir. Selain itu telah disinyalir bahwa NH3 dan H2S hasil dekomposisi anaerob pada tingkat konsentrasi tertentu adalah beracun dan dapat membahayakan organisme lain, termasuk ikan endemik setempat (ikan batak)

Dekomposisi juga dapat menghasilkan kondisi perairan yang cocok bagi kehidupan mikroba fatogen yang terdiri dari mikroba, virus dan protozoa (Polprasert, 1989), yang setelah berkembang-biak, setiap saat dapat menyerang dan menjadi penyakit yang mematikan ikan batak, udang dan fauna lainnya.

D20_0661


(Tulisan ini sudah dimuat di Harian Ekonomi MedanBisnis, secara berkala, pada tanggal 8-9 Februari 2013. Dan dikirim ulang ke tanobatak.com pada 9 Februari 2013)

Tulisan Jones di blog ini :

PERCAKAPAN DI PARBABA

Sapargondangan

Euforia Nasionalisme Tor-Tor Dan Gordang Sambilan

DANAU TOBA MILIK DUNIA

EUFORIA NATAL PADA SEBUAH KAMPUNG

PUISI PASKAH

MENGAPA (HARUS) KARO BUKAN BATAK

SAJAK TIURMA

DEAK PARUJAR

TIDAK ADA TEMPAT BAGI YANG BIASA-BIASA

MABUK

11 thoughts on “Hentikan Eksploitasi Danau Toba

  1. NDH
    9 2 2013 HH
    DI DANAU TOBA
    JALANKAN HUKUM PRT

    1.TAPI PAHAMI DULU PRT
    1.Awal, yaitu terutama Manusia dan juga Populasi lain dalam sejahtera
    2.Bila tak seimbang PRT Kontemporer lalu adakan pemindahan
    3,Dengan demimian PRT Populasi Risorsi Teknologi DT Danau Toba akur.
    4.Mohon Reorientasi Akademika Universktaria Honoriskausa.
    5.NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Missi Voluntir
    6.Cq : Ciptakan Alam Sejahtera DT.

  2. N.D. Hutabarat berkata:

    ND HUTABARARAT Komentar anda menunggu disetujui. Februari 9th, 2013 pada 21:05 NDH 9 2 2013 HH DI DANAU TOBA JALANKAN HUKUM PRT 1.TAPI PAHAMI DULU PRT 1.Awal, yaitu terutama Manusia dan juga Populasi lain dalam sejahtera 2.Bila tak seimbang PRT Kontemporer lalu adakan pemindahan 3,Dengan demimian PRT Populasi Risorsi Teknologi DT Danau Toba akur. 4.Mohon Reorientasi Akademika Universktaria Honoriskausa. 5.NDH Turut Pencerah GP Generasi Penerus, Missi Voluntir 6.Cq : Ciptakan Alam Sejahtera DT.

    ________________________________

  3. Masalahnya penduduk yang kurang berpengetahuan biasanya karena masalah sulitnya penghidupan ikut2an usaha yang telah berhasil. Nah karena keramba Ikan menjanjikan masa deapan gemilang, maka pejabat 2 yang kurang berpengalaman mendukung rakyat atau investasi luar untuk usaha keramba. Jalan yang lebih wajar untuk memajukan kehidupan sekiar danau Toba adalah inventarisasi/ sensus usaha2 apa yang ada sekitar danau toba, dan kontrol agar masing2 usaha yang ada tidak saling bergontokan atau bersaing sesamanya. membatasi izin untuk usaha yang sama yang berjumlah terlalu banyak, dan membuka peluang jenis usaha2 baru. Arti usaha baru dalam hal ini tidak perlu berbeda 100%, bisa juga usaha baru itu termasuk usaha penunjang usaha yang telah ada. Ibarat Deret Ukur

  4. w.manurung berkata:

    ah loja nai halak batak i mamikkiri tao toba i
    kenapa harus di perdebatkan, ada yg susah ada yg senang
    toh pariwisata pun sdh tak menarik lg bg pelancong luar dan dlm negeri
    bukit sudh gundul , tao nya tercemar, apalgi yg mesti di perdebatakan.
    kalo ada LSM yg bicara siapa yg mendukung ? kalo ada komunitas yg
    merasa jengkel kemana harus mengadukan..?
    jadi aku pikir percuma kita ber “argument” ,selagi penguasa tak mau perduli.
    mari.. kita adukan sama Tuhan kita saja, lewat “DOA” kiranya Dia boleh
    memberikan jalan tg terbaik bagi bangso batak.
    ingat 2014 pilpres, smoga ada perubahan dari pemimpin baru yg terpilih nanti
    maju indonesia, maju bangso batak
    mauliate !

  5. R Ringo berkata:

    Teruskan perjuangan mu lae, pastinya lae sudah berbuat demi masa depan danau toba, kalaupun belum ada respon dari target, waktunya pasti akan tiba, doa kami bersamamu lae . .. . .

  6. krisman berkata:

    sbaiknya.limbah pt an segera di tindak lanjuti agar tidak beroperasi alam danau toba rusak tapi pengusaha yang menjadi kaya raya,masyarakat yang menderita serta komunitas alam danau toba kan malu lihat negara lain bisa2 di cap bahwa tapanuli tak mampu mengatasi hal tersebut belum lagi peremajaan hutan,dll trimakasih laee…hasil risetnya TUHAN MEMBERKATI S A L A M D A M A I horas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s