DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR DANAU TOBA

Monang Naipospos

      Sehubungan dengan adanya isu berkembang tentang adanya perusahaan yang hendak melakukan investasi Keramba Jala Apung di Danata Toba yang saat ini sedang berusaha mendapatkan Ijin Prisnsip dari Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir, tergerak hati melakukan konsultasi dengan Badan Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara di Medan.

Baca lebih lanjut

Iklan

SOPO BUDAYA atau PARTUNGKOAN, Mampukah..?

Manahara Tambunan

                       —————————————————-

Manahara TambunanSebuah imajinasi Esai untuk mendukung kualitas kesenian dan kebudayaan guna menopang kepariwisataan di Toba(Sa)mosir.

—————————————————–

 

  “Aku mengandalkan kemampuanku untuk mengkritik diriku sendiri, untuk meneliti ke dalam diriku sendiri. Di samping itu aku juga menghargai kritik sesama manusia, sebagai rangsangan untuk perkembangan baru. Pandanganku di dalam kemasyarakatan pun sama; aku mengandalkan kemampuan masyarakat untuk mengkritik dirinya sendiri, untuk meneliti dirinya sendiri”. -W.S. Rendra (dalam Mastodon dan Burung Kondor 2011: 117).

Pengantar:    

APAKAH kita tahu bahwa seni, budaya dan pariwisata memiliki bangunan masing-masing atas kata itu sendiri?. Bukankah kita mengetahui bahwa seni, budaya dan pariwisata memiliki masing-masing defenisi yang luas atas makna yang terkandung di dalamnya?. Apakah ketiga kata ini akan menjadi sebuah Mahakarya yang sangat bernilai tinggi bila saling merangkul  dan menopang satu sama lain?.  Bisakah kita membangun sebuah opini untuk kita hayati dan renungkan, bahkan kita realisasikan bersama?

Baca lebih lanjut

Hentikan Eksploitasi Danau Toba

Jones Gultom

Limbah Sehari = 77 Tahun Pencemaran

PASCA kunjungan Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia, Heinz Walker Nederkoorn 21-23 Januari 2013 lalu, menyisakan kecurigaan sekaligus kekecewaan di kalangan pecinta Danau Toba. Maklum di tengah maraknya penolakan terhadap PT. Aquafarm Nusantara (AN), pejabat daerah ini, justru memohon PT milik Swiss ini, menambah investasi (Kerambah Jaring Apung) di Danau Toba. Padahal jelas-jelas usaha kerambah itu telah mencemari danau volcano-tektonik terbesar di dunia ini.

Baca lebih lanjut

Danau Toba Milik Warga Dunia

Jones Gultom*

Beberapa bulan terakhir ada dua isu penting terkait Danau Toba. Pertama, soal dukungan danau vulkano ini sebagai geopark. Kedua, terkait penolakan perpanjangan izin operasi PT Aquafarm. Menyangkut geopark, Danau Toba memang sudah diusulkan pemerintah menjadi geopark bersamaan dengan Danau Batur, Pacitan dan Raja Ampat.

Menyusul kemudian Taman Nasional Gunung Rinjani. Namun baru Danau Batur, Pacitan dan Taman Nasional Gunung Rinjani yang masuk nominasi. Raja Ampat dan Danau Toba masih dalam tahap penjajakan lebih lanjut. Karena itu sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat Indonesia bersatu membangun opini serta memberikan kontribusi sosialnya untuk mewujudkan visi ini.

Baca lebih lanjut

siapa tuan di danau toba?

 

Mja Nashir

Nashir Di tepi kapal aku berdiri memandangi danau Toba. Dua perahu mesin mengapung di depanku. Di atasnya para lelaki berompi memanen ikan dari keramba-keramba besar yang bertebar di atas danau Toba. Keramba-keramba yang menguasai danau Toba dalam skala besar itu kabarnya adalah milik perusahan asing. Meskipun ada beberapa yang milik swasta setempat. Konon ikan-ikan Nila dari danau Toba ini rasanya enak. Namun yang jelas untuk konsumsi luar negri.

Baca lebih lanjut

untuk Cinta Danau Toba, Tak Hanya Diam

Sulaiman Sitanggang (CEPITO 003: judul Asli : Tak Hanya Diam)

 

Ada yang menyeru dalam relung terdalam. Menyusup di pelataran hati yang riuh oleh jaman. Dia yang merajut rindu akan sebuah pertemuan. Menguntai cinta dalam isyarat tak berujung. Rindu ini hanya kepadamu. Cinta ini hanya untukmu. O Danau Toba.

Namun mengapa, Anginmu hanya diam? Tak kah kau ijinkan aku mengarungi ombakmu?

Baca lebih lanjut