Kumpulan Puisi Multidimensi

Jones Gultom

RESENSI

Judul Buku : Situriak Nauli

Penulis : Monang Naipospos dan kawan-kawan

Penerbit : Gramedia 2013

Tebal : 234 halaman

284422_4230029352108_1866232234_n

Ada beberapa hal menarik dalam buku kumpulan puisi ini. Pertama, puisi-puisinya terikat dalam satu tema khusus, yakni Danau Toba. Memang konteks Danau Toba, tidak muncul begitu saja dalam bentuk kata. Sehingga pembaca akan mendapati beberapa puisi yang (mungkin) sama sekali tidak menyebut-nyebut Danau Toba. Tetapi, Penyusun Buku ini, Monang Naipospos, agaknya punya pendapat berbeda. Boleh jadi, ia tak sekedar melihat tema itu dalam perspektif yang sempit.

Konteks Danau Toba itu, bisa saja terekam lewat perasaan, personifikasi objek, ungkapan khas bahkan tanda yang lebih luas. Apalagi bicara Danau Toba, tak lepas dari aspek lain. Misalnya, kultur masyarakat, lingkungan, kehidupan sosial, ekonomi atau persoalan khusus lainnya. Instrumen itulah yang dijadikan penanda. Kita ambil contoh penggalan bait puisi berikut, // mengapa pucuk-pucuk cemara di sekitar kuburmu masih menjilat-jilat langit // namun akar-akarnya sudah tak karuan membusuk // enggan memeluk bukit-bukit leluhur (“Warisan Leluhur” John Ferry Sihotang).

Read more…

Menguatkan Wacana Geopark Toba

Jones Gultom

WACANA Geopark Toba, terkesan kesepian! Meski sudah bergulir kurang lebih 3 tahun, reaksi pemerintah masih terbilang rendah. Padahal gagasan ini, termasuk salah satu cara untuk menyelamatkan Danau Toba berikut kawasan-kawasan penyanggahnya, dari eksploitasi besar-besaran yang terjadi selama ini. Seperti yang disosialisasikan sebelumnya, semangat yang mendasari geopark adalah integrasi pengelolaan warisan geologi (geological heritages) dengan warisan budaya (cultural heritages) di suatu daerah. Geopark mengandung beberapa aspek penting karena di dalamnya ada unsur konservasi, edukasi dan sustainable development.

Seperti yang kita ketahui, konsep ini dikembangkan pertama kali di Eropa sejak tahun 1999 dan mendapat dukungan dari UNESCO. Saat ini sedikitnya sudah ada 78 wilayah di 21 negara yang sudah ditetapkan sebagai geopark. Semua kawasan tersebut dihuni manusia yang hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan alam secara bijaksana bagi kelangsungan manusia.

Read more…

Aspek dasar spiritualisme suku bangsa Batak Toba

Sahala Simanjuntak

Langit napitu tindi, Ombun napitu lampis

Mempunyai batas tak bertepi :

Pembahasan  spiritualisme Batak ini lebih termakna dari dasar spiritualisme Batak Toba tetapi tidak menutup kemungkinan persamaan pemahaman dengan suku bangsa Batak secara keseluruhan (Karo, Simalungun, Pakpak/Dairi, Angkola /Mandailing), yang membedakan kemungkinan hanyalah segi bahasa. Apa itu spiritualisme? Dasar katanya adalah spirit, yang biasa diterjemahkan dengan Roh atau Semangat. Spirit telah ada pada diri manusia sebelum dia dilahirkan kemuka bumi ini, yaitu adanya nilai-nilai yang mendorong seseorang mengarah kepada dunia dan merespon dunia secara etis. Pengalaman manusia ini setelah ianya dilahirkan kedunia melampaui apa yang diajarkan agama, rumusan dogma serta ketaatan ritual. Ada 3 kemampuan yang berperan penting dalam proses selektifitas ini, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual.  Kecerdasan spiritual diperlukan untuk memampukan seseorang bertindak etis.

Read more…

Hentikan Eksploitasi Danau Toba

Jones Gultom

Limbah Sehari = 77 Tahun Pencemaran

PASCA kunjungan Duta Besar (Dubes) Swiss untuk Indonesia, Heinz Walker Nederkoorn 21-23 Januari 2013 lalu, menyisakan kecurigaan sekaligus kekecewaan di kalangan pecinta Danau Toba. Maklum di tengah maraknya penolakan terhadap PT. Aquafarm Nusantara (AN), pejabat daerah ini, justru memohon PT milik Swiss ini, menambah investasi (Kerambah Jaring Apung) di Danau Toba. Padahal jelas-jelas usaha kerambah itu telah mencemari danau volcano-tektonik terbesar di dunia ini.

Read more…

Aksara Dan Bahasa Batak 9

 

Binsar Parningotan Napitupulu kembali mengirimkan karya susunan kata (kamus) bagian ke sembilan, dan cara penulisannya dalam aksara batak, sebagai bahan pelajaran bahasa dan surat Batak. Semoga bermanfaat.

Read more…

Prasasti Dolok tolong

Humala Simanjuntak

Eksistensi prasasti Dolok Tolong dinyakini merupakan bukti utama atas persinggungan budaya batak dengan pradaban Hindu dan Budha di Indonesia. Prasasti Dolok Tolong merupakan Prasasti atas existensi, orang Majapahit di Tanah Batak

Saat itu Pasukan Marinir Kerajaan Majapahit, mengalami kekalahan pahit di Selat Malakka, mereka melalui Sungai Barumun menyelamatkan diri ke daratan Sumatera sampai ke suatu daerah di Portibi Tapanuli selatan, Disana mereka dicegat, di hadang masyarakat, sehingga mereka melanjutkan pelarian kearah utara ke Bukit Dolok Tolong di daerah Tampahan Balige. Di Gunung itulah mereka meminta suaka politik kepada seorang Raja dari Rumpun Marga Sumba (Isumbaon), yaitu Tuan Sorbadibanua yang saat itu menguasai daerah tersebut.

Read more…

Aksara dan Bahasa batak 8

Binsar Parningotan Napitupulu kembali mengirimkan karya susunan kata (kamus) bagian ke delapan, dan cara penulisannya dalam aksara batak, sebagai bahan pelajaran bahasa dan surat Batak. Semoga bermanfaat.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 119 pengikut lainnya.