Posted on Juli 1, 2009 by tanobatak
DIarsipkan di bawah: Photo | Tagged: Jeffar Lumbangaol | 7 Komentar »
Posted on Mei 29, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
MUNINGAN ROHA NI SI TAGOR HASIHOLAN MARNIDA INONGNA, NA SO HINSA DI BARITA HINATAHONNA
Aha do inang pangintubu na solot di roham na gabe halilian
Ia dung dibege dainang barita solpa na huboan
Aha do inang pangintubu sitabunian ni roham na so hasigatan
Ia dung dibege ho tu si boru Pinta Mauli baoadi mangambe siadopan
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Situriak | 14 Komentar »
Posted on Mei 29, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
Molo jinama halto, manigor hinilala do pangkorhonna rintop (gatal). Songon i do nang bira, dos do lagatna mambahen rintop tu pamatang.
Sipata do jolma japa-japa mandiori sibonsiri haroro ni rintop tu pamatangna, ai dang dituntun rohana na dais ibana tu halto dohot bira. Dang diboto naung mangararati lagat ni halto tu inganan na asing ujungna dais tu pamatang. Molo pinangan bira dung dilompa, sada do podana didok natuatua; “unang nidok rintop”. Toho, rumintop do halto sian bira.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Horas Bangso Batak | 6 Komentar »
Posted on Mei 21, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
Dalam keterbatasan saya memberi penjelasan dengan bahasa seni dan musik, akan mencoba mendeskripsikan ragam seni suara dan tata gerak dalam kesenian tradisional batak lama.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Budaya | 9 Komentar »
Posted on Mei 17, 2009 by tanobatak
Eliakim Sitorus
Pluralitas atau kemajemukan adalah fakta atau kondisi beranekaragamnya masyarakat, baik fisik (rambut, warna kulit, postur tubuh), dan nonfisik seperti suku, bahasa, budaya, keyakinan dan sebagainya. Sedang pluralisme adalah paham dan sikap yang menghargai dan menghormati pluralitas tersebut. Di atas realitas keberanekaragaman itulah, negara ini didirikan oleh para pendahulu kita. Sekalipun ada upaya-upaya sepanjang sejarah negeri ini, untuk menafikan kepelbagaian itu alias ingin menyeragamkan semuanya, namun faktanya negara bangsa Indonesia masih berdiri utuh. Dan, inilah yang kita kehendaki sesungguhnya sebagai masyarakat Indonesia yang berdaulat hidup senang dan damai di dalam tanah air yang berdaulat pula. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Opini | 13 Komentar »
Posted on Mei 7, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
tatap ma bintang di langit
ia tung mangirdop i
aha ma tona siingotonmu
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Situriak | 19 Komentar »
Posted on Mei 1, 2009 by tanobatak
Jones Gultom
NGIDAM itu lawannya phobia. Yang satu tiba-tiba suka, satunya lagi serta-merta benci. Dua perilaku mendadak ini kadang suka bikin kita gemes. Ngidam biasa datang pas hamil. Mintanya suka aneh-aneh. Dikasih durian, kulitnya yang dimakan. Biasa enggak suka pedas, kini makan nasi pun pake cabe bulat-bulat, rawit pula. Ampun kita dibuatnya. Phobia lain lagi. Sering naik turun gunung, eh tahu-tahunya takut kecoak. Dikenal hobi ngebut-ngebut dan tak kenal takut, rupanya sama kodok aja kecut. Ada ratusan jenis phobia ini.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Selingan | 5 Komentar »
Posted on April 22, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
Hendra sudah lama menunggu di kantin pojok kampusnya. Anton sahabatnya yang berjanji bertemu di tempat itu jam 4 sore belum juga muncul. Dasar… bedugul… dia mengumpat dalam hati. Sangat gusar dia kelihatannya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Selingan | 20 Komentar »
Posted on April 22, 2009 by tanobatak
Jones Gultom
SEKALI waktu ketika main-main ke Tigalingga, Sidikalang, aku terkekeh-kekeh mendengar cerita para ompu di parker tuak, tentang pengalaman mereka mabuk. Rupanya ada seorang jago minum. Julukannya aja si tuak. Maklum namanya juga di kampung, tuak lebih diminati daripada minuman botol. Yang cerita ini juga dah tua. Dah ubanan, ceking, ompong pula. Dengan logat Karo-Pakpak, setengah mabuk, dia pun bertutur. “Ia…dah empat teko diminumnya, tak tenggen-tenggen dia.. Tapi teko kelima bilang pintu pun enggak tahu. Mana punti…mana punti..katanya, ketawa kami setengah mati!!”
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Selingan | 4 Komentar »
Posted on April 20, 2009 by tanobatak
Monang Naipospos
Ambisi menjadi anggota legislatif untuk ukuran kabupaten di hamion ditempuh dengan beragam cara. Para politikus instan dan yang berpengalaman tidak jauh beda. Keputusan ada di tangan rakyat. Rakyat tidak perduli yang akan berbuat baik atau akan menjadi destroyer, “ada duit ada suara” itulah market pemilu yang yang disebut sebagai pesta rakyat.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Selingan | 13 Komentar »