Dari catatan keluarga Raja Sisingamangaraja dalam rangka peringatan 100 tahun perjuangan Raja Sisingamangaraja XII
Raja Si Singamangaraja I
Raja Manghuntal
Raja Si Singamangaraja I adalah anak dari Raja Bonanionan Sinambela, yaitu anak dari Raja Bonanionan Sinambela, yaitu putra ke tiga dan bungsu dari Raja Sinambela. Raja Bonanionan menikah dengan boru Pasaribu. Walaupun mereka sudah lama menikah, tetapi mereka belum mempunyai turunan. Karena itu boru Pasaribu pergi ke “Tombak Sulu-sulu” untuk marpangir (keramas dengan jeruk purut). Setiap kali selesai marpangir, boru Pasaribu berdoa kepada “Ompunta” yang di atas, mohon belas kasihan agar dikaruniai keturunan. Pada suatu hari , datanglah cahaya terbang ke Tombak Sulu-sulu dan hinggap di tempat ketinggian yang dihormati di tempat itu. Yang datang itu memperkenalkan diri, rupanya seperti kilat bercahaya-cahaya dan yang datang itu adalah Ompunta Batara Guru Doli. Ompunta Tuan Batara Guru Doli berkata bahwa boru Pasaribu akan melahirkan anak. Katanya: “Percayalah bahwa engkau akan melahirkan seorang anak dan beri namanya Singamangaraja”. Kalau anakmu itu sudah dewasa, suruh dia mengambil tanda-tanda kerajaan dari Raja Uti, berupa:
1. Piso gaja Dompak
2. Pungga Haomasan
3. Lage Haomasan
4. Hujur Siringis
5. Podang Halasan
6. Tabu-tabu Sitarapullang
Tidak lama kemudian boru Pasaribupun mulai mengandung. Setelah mengandung selama 19 bulan boru Pasaribu melahirkan seorang putera. Sang Putra ini lahir dengan gigi yang telah tumbuh dan lidah yang berbulu.
Semasa remajanya Singamangaraja banyak berbuat atau bertingkah yang ganjil terutama pada orang yang tidak pemaaf, yang ingkar janji, melupakan kawan sekampung yang lemah, membebaskan mereka yang tarbeang kalah berjudi.
Si Singamangarajapun pernah menunjukkan keheranan orang-orang yang berpesta dimana gondangnya tidak berbunyi dan tanaman padi dan jagung akarnya berbalik keatas mengikuti Si Singamangaraja saat jungkir balik dihariara parjuragatan. Hal ini terjadi karena mereka itu melupakannya.
Setelah Singamangaraja meningkat dewasa maka ibunya boru Pasaribu menyampaikan pesan dari Ompunta Batara Guru Doli bahwa Singamangaraja harus mengambil tanda-tanda kerajaan dari Raja Uti. Dia tidak tahu di mana kampung keramat Raja Uti demikian juga ibunya. Dia berangkat dengan berbekal doa yang menunjukkan dan menuntun langkahnya ke tempat keramat tersebut.
Dalam perjalanan banyak hambatan demikian juga setiba di keramat kampung Raja Uti yang ternyata ada di daerah Barus. Di sana juga dia dicoba tetapi semua bisa diatasi dengan baik. Sisingamangaraja bertemu dengan Raja Uti dan mereka makan bersama dan katanya: “Sudah benar ini adalah Raja dari orang Batak”. Setelah selesai makan merekapun menanyakan silsilah (martarombo) dan Si Singamangarajapun menyampaikan maksudnya dan disamping itu Sisingamangaraja meminta beberapa ekor gajah. Atas maksud Si Singamangaraja itu, Raja uti mengatakan akan memberikannya seperti pesan yang disampaikan Ompunta itu dengan syarat Si Singamangaraja harus dapat menyerahkan daun lalang selebar daun pisang, burung puyuh berekor dan tali yang terbuat dari pasir. Syarat-syarat yang diminta Raja Uti untuk mendapat tanda-tanda harajaon itu dapat dipenuhi semua oleh Singamangaraja. Sedang mengenai permintaan akan gajah itu, Raja Uti memberikannya asal Si Singamangaraja bisa menangkap sendiri. Si Singamangarajapun memanggil gajah itu maka heranlah Raja Uti melihatnya. Dan setelah itu dibawanya tanda-tanda harajaon itu pulang ke Bakara termasuk gajah itu.
Dengan tanda-tanda harajaon itu, jadilah dia menjadi Raja Singamangaraja, singa mangalompoi, Singa naso halompoan.
Raja Si Singamangaraja berikutnya
Raja Sisingamangaraja I sampai Raja Si Singamangaraja IX tidak diketahui kapan wafatnya dan dimana makamnya. Raja-raja ini setelah mempunyai keturunan dan merasa sudah ada penggantinya pergi merantau dan Piso Gaja Dompak tidak dibawanya. Mereka dipastikan telah wafat adalah melalui tanda-tanda alam yaitu ada cabang dari Hariara Namarmutiha yang patah. Kalau ada cabang Hariara ini yang patah berarti ada anggota keluarga yang meninggal dan kalau cabang utama yang patah berarti Raja Si Singamangaraja telah tiada. Hariara Namarmutiha ini dikenal juga sebagai Hariara Tanda dan sampai sekarang masih tumbuh di Bakara.
Biasanya keadaan ini diikuti dengan cuaca musim kemarau, sehingga masyarakat mengharapkan turunnya hujan melalui tonggo-tonggo Raja Sisingamangaraja. Si Onom Ompu (Bakara, Sinambela, Sihite, Simanullang, Marbun dan Simamora) dari Bakara mempersiapkan upacara margondang lalu meminta kesediaan putera Raja Si Singamangaraja untuk mereka gondangi.
Dengan memakai pakaian ulos batak Jogia Sopipot dan mengangkat pinggan pasu berisi beras sakti beralaskan ulos Sande Huliman sebagai syarat-syarat martonggo, putera raja inipun dipersilahkan memulai acara. Iapun meminta gondang dan menyampaikan tonggo-tonggo (berdoa) kepada Ompunta yang di atas untuk meminta turunnya hujan, kemudian manortorlah putera raja ini. Pada saat manortor itu langitpun mendung dan akhirnya turun hujan lebat dan masyarakat Si Onom Ompupun menyambutnya dengan kata HORAS HORAS HORAS. Kemudian piso Gaja Dompak pun diserahkan kepadanya dan dicabut/dihunusnya dengan sempurna dari sarangnya serta diangkatnya ke atas sambil manortor. Siapa di antara putera raja itu yang bisa melakukan hal-hal di atas dialah yang menjadi Raja Si Singamangaraja yang berikutnya, jadi tidak harus putera tertua.
Secara berturut-turut yang menjadi Raja Si Singamangaraja berikutnya dan perkiraan tahun pemerintahannya adalah Sebagai berikut:
Singamangaraja II, Ompu Raja Tinaruan
Singamangaraja III, Raja Itubungna.
Singamangaraja IV, Tuan Sorimangaraja.
Singamangaraja V, Raja Pallongos.
Singamangaraja VI, Raja Pangolbuk,
Singamangaraja VII, Ompu Tuan Lumbut,
Singamangaraja VIII, Ompu Sotaronggal
Singamangaraja IX, Ompu Sohalompoan,
Singamangaraja X, Ompu Tuan Na Bolon,
Singamangaraja XI, Ompu Sohahuaon,
Singamangaraja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu,
Raja Si Singamangaraja X
Ompu Tuan Nabolon
Raja Si Singamangaraja X Ompu Tuan Nabolon mangkat karena dipenggal oleh Si Pokki Nangolngolan atau Tuanku Rao, yang dengan akal liciknya mengundang Raja Si Singamangaraja X untuk datang ke Butar. Pada pertemuan di Butar itulah si Pokki memenggal leher Raja Sisingamangaraja X. Kepala Raja ini terbang menghilang, terbang ke pangkuan ibundanya boru Situmorang. Oleh ibunya, secara diam-diam dikuburkannya di dalam batu besar yang ada di Lumban Raja, karena sebelumnya ia sudah berfirasat akan kejadian yang akan menimpa anaknya.
Adapun badan Raja Si Singamangaraja X yang terkapar di bukit parhorboan, tertimbun tanah karena tiba-tiba bukit itu runtuh. Raja si Onom Ompu dengan pengikut-pengikut yang mendampingi Raja Si Singamangaraja X pun melawan dan sebagian teman si Pokki itu mangkat. Tetapi karena pasukan si Pokki yang tadinya bersembunyi datang membantu si Pokki dan si Pokki menjadi lebih kuat, melarikan dirilah mereka ke Gunung Imun. Si Pokki terus menyerang Bakara dan banyak yang ditewaskannya baik yang dewasa maupun anak kecil.
Menurut pengakuan Pokki Nangolngolan (Tuanku Rao), dia adalah anak dari saudara perempuan Raja Sisingamangaraja X yang pergi ke Bonjol. Pokki Nangolngolan mengatakan bahwa dia sudah rindu pada tulangnya dan dia akan memberinya makan (manulangi) dan akan memberikan piso-piso (uang) sebagai persembahan. Karena kata-kata manis dari si Pokki inilah maka Raja Sisingamangaraja X pergi ke butar. Walaupun pada awalnya Ia mengatakan kenapa si Pokki tidak mendatanginya ke Bakara.
Karena tidak mendapatkan jenazah Raja Si Singamangaraja X, Tuanku Rao melanjutkan penyerangan ke Bakara. Banyak penduduk yang dibunuh. Pasukannya membumihanguskan seluruh daerah yang dilaluinya dari Butar ke Bakara termasuk istana Lumban Pande di Bakara.
Isteri Raja Si Singamangaraja X yang pertama yaitu boru Situmorang dengan 2 orang anaknya yang masih kecil melarikan diri ke Lintong Harian Boho ke kampung orangtuanya Situmorang. Sedang isterinya yang kedua bermarga boru Nainggolan beserta anaknya Raja Mangalambung diculik si Pokki bersama anak-anak yang lain yang diduganya sebagai anak Raja Si Singamangaraja X. Mereka dibawa ke arah tenggara dalam perjalanan kembali ke Bonjol. Dalam perjalanannya di daerah Tapanuli Selatan sedang terjadi wabah penyakit menular (begu antuk) yang juga mengenai/menyerang pasukan Tuanku Rao sehingga kacau balau. Tawanannya tercecer di Tapanuli Selatan. Sebagian dari yang tercecer ini membuat perkampungan di daerah di Tapanuli Selatan ini.
Raja Si Singamangaraja XI
Ompu Sohahuaon
Belum lagi selesai penderitaan akibat serangan si Pokki terjadi pula musim kemarau yang berkepanjangan. Masyarakat Si Onom Ompu bersepakat menyampaikan hal ini kepada boru Situmorang dan memintanya kembali ke Bakara. Setelah boru Situmorang membawa kedua anaknya kembali, masyarakatpun meminta agar Ompu Sohahuaon mereka gondangi untuk turunnya hujan.
Acara margondangpun dipersiapkan dengan baik dan Ompu Sohahuaon yang masih kecil tampil dengan berpakaian ulos Batak. Boru Situmorang dan masyarakat si Onom Ompu kaget dan kagum, karena Ompu Sohahuaon yang masih kecil itu mampu meminta gondang dan mengucapkan tonggo-tonggo untuk turunya hujan. Merekapun mengelu-elukan dengan manortor. Haripun menjadi gelap karena mendung dan hujanpun turun dengan lebat. Ompu Sohahuaon terus manortor sampai berakhir gondang yang dipintanya. Kemudian diserahkan Piso Gaja Dompak kepadanya dan manortor kembali sambil menghunus Piso Gaja Dompak dengan sempurna dan disarungkan kembali. Ompu Sohahuaon dinobatkan menjadi Raja Si Singamangaraja XI dalam usia 10 tahun.
Pada masa pemerintahan Raja Si Singamangaraja XI disusun “Pustaha Harajaon (pustaka kerajaan)” archief Bakara yang ditulis dengan dawat/tinta cina diatas kertas Watermark ukuran folio buatan Itali dalam tulisan dan bahasa Batak. Pustaka ini dibuat atas bimbingan dari Ompu Sohahuaon sendiri. Pustaha harajaon ini terdiri atas 24 jilid, setiap jilidnya tebalnya sekitar 5 Cm yang isinya secara secara singkat dapat diuraikan sebagai berikut:
* Jilid 1 s/d 3: Pemerintahan Tuan Sorimangaraja selama 90 turunan mulai dari Putri Tapi Donda Nauasan.
* Jilid 4 s/d 7: Pemerintahan kerajaan Singamangaraja SSM I s/d SSM IX.
* Jilid 8: Perihal Pedang Padri Tuanku Rao terhadap Tuan Nabolon SSM X
* Jilid 9: Perihal Pongkinangolngolan dan Datu Aman Tagor Simanullang.
* Jilid 11 s/d 12: Perihal Pendeta Pilgram, pembunuhan atas diri Pendeta Lyman dan Munson oleh Raja Panggalamei.
* Jilid 13-16: Periode pembangunan kembali ibu kota kerajaan Bakara dan daerah-daerah Toba tahun 1835-1845 atas pembumi hangusan perang bonjol.
* Jilid 17: Perihal Dr. Junghun, van der Tuuk yang datang menjumpai SSM XI dan perihal photonya.
* Jilid 18 s/d 24: Penobatan Ompu Sohahuaon menjadi SSM XI, pemerintahannya sampai tahun 1886 dan perihal penyakit menular yang dahsyat di tanah Batak.
Pada tahun 1884 Pustaha Harajaon ini ditemukan dari tumpukan rumah kerajaan yang dibakar oleh tentera Belanda. Dibawa ke Holland oleh Pendeta Pilgrams dan sekarang ada di Museum Perpustakaan Pemerintah Belanda di Leiden Holland.
Pustaha Harajaon tidak diteruskan penulisannya oleh SSM XII sebab tidak ada kesempatan, karena semenjak awal pemerintahannya, Koloni Belanda telah melancarkan agresinya di tanah Batak dan sekitarnya, sehingga Ompu Pulobatu berperang selama 30 tahun sampai tewasnya dalam usia 59 tahun pada 17 juni 1907.
Raja Si Singamangaraja XI Ompu Sohahuaon menikah dengan boru Aritonang sebagai isteri pertama yang melahirkan Raja Parlopuk . Isteri kedua adalah boru Situmorang yang melahirkan Patuan Bosar gelar Ompu Pulo Batu. Beda umur Raja Parlopuk dengan Patuan Bosar sangat jauh, ada sekitar 15 tahun.
Ketika Ompu Sohahuaon jatuh sakit, maka jalan pemerintahan dilaksanakan oleh Raja Parlopuk. Cukup lama Raja Parlopuk memegang tugas itu dan dilaksanakannya dengan baik. Tahun 1866 Ompu Sohahuaoan meninggal di Bakara dan dibangun makamnya oleh Raja Parlopuk dengan Si Onom Ompu di Lumban Raja. Makam inilah yang pertama ada di Bakara karena SSM I hingga SSM IX tidak diketahui meninggal di mana. Waktu Raja Si Singamangaraja XI meninggal, Patuan Bosar sedang merantau ke Aceh.
Makam ini dibongkar oleh Raja Si Singamangaraja XII karena Bakara diserang Belanda. Tulang belulang Raja Si Singamangaraja XI dibawanya ikut berjuang ke hutan, karena tidak ingin tengkorak orang-tuanya diambil oleh Belanda. Semasa perjuangan tulang-belulang ini di titipkan di huta Janji Dolok Sanggul lalu dipindahkan lagi ke Huta Paung. Setelah zaman kemerdekaan, kembali di pindahkan di rumah Soposurung.
Kira-kira 105 tahun kemudian, makam ini dibangun kembali oleh keluarga Raja Sisingamangaraja dan pada tahun 1975 tulang belulang Raja Sisingamangaraja XI dan istrerinya dimakamkan kembali ke makam semula di Bakara.
Raja Parlopuk terus melaksanakan pemerintahan Singamangaraja hingga tahun 1871, yaitu setelah dinobatkannya Patuan Bosar sebagai Raja Sisingamangaraja XII.
Raja Si Singamangaraja XII
Patuan Bosar gelar Ompu Pulo Batu
Walaupun Raja Si Singamangaraja XI telah meninggal, Si Onom Ompu tidak merasa ada yang kurang dalam pemerintahan, karena Raja Parlopuk bekerja dengan cukup baik. Tetapi ketika musim kemarau datang dan membawa penderitaan, mulailah si Onom Ompu berfikir untuk adanya acara margondang. Raja Parlopukpun mereka persilahkan untuk mereka gondangi agar dia martonggo memohon turun hujan. Tetapi hujan tidak turun-turun juga.
Mulanya Ompu Pulo Batu tidak bersedia mereka gondangi karena merasa bahwa abangnya itu telah sebagai raja pengganti ayahnya. Akhirnya Ompu Pulo Batu bersedia karena melihat penderitaan yang diderita masyarakat Si Onom Ompu. Setelah melaksanakan upacara seperti yang biasa dilakukan, Ompu Pulobatu berhasil mendatangkan hujan. Ompu Pulo Batupun dinobatkan menjadi Raja Si Singamangaraja XII pada tahun 1871.
Ompu Pulo Batu lahir tahun 1848 dari ibunya boru Situmorang. Pada saat pemuda, Ompu Pulo Batu merantau ke Aceh, disana bergaul dengan pedagang dari Persia dan belajar banyak hal. Karena itu ketika perang melawan Belanda, Raja Si Singamangaraja XII dibantu oleh pejuang-pejuang dari Aceh, Dan dalam cap/stempelnya dipakai Bahasa Arab dan Bahasa Batak.
Pada tahun 1877 Raja Si Singamangaraja XII menyatakan perang kepada Belanda. Kemudian dia menjalankan perang terhadap Belanda selama 3 dasawarsa.















87 tanggapan kepada “Sepintas Sejarah Sisingamangaraja”
merdi sihombing
Januari 13th, 2008 pada 09:00
bravo…….sgt bermanfaat buat generasi muda Batak saat ini agar lebih mengetahui dan menghargai pahlawan kebanggaan bangso Batak.mauliate godang
kairo
Februari 8th, 2008 pada 09:29
Disinyalir Raja Sisingamangaraja I hidup di abad 13-14, ini baru perkiraan. Atau lae monang punya infonya.
Mauliate lae untuk artikel ini.
Horas!
-
*** Saya tidak punya data lae
si adonang par-stt telkom
Februari 16th, 2008 pada 10:44
bagus…
ga banyak situs yg memuat berbagai hal tentang budaya batak..
sangat bermanfaat…
willy sinambela
Maret 2nd, 2008 pada 05:10
horrassss
bams
Maret 6th, 2008 pada 04:06
saya senang ada situs sejarah ini….wahai pemuda/i batak jgn kita hilangkan sifat kesatria, malim(saleh),dan sifat tentang ketekunan ya beragama mari kita ikuti poda dht uhum ni Ompungta Sisingamangaraja …
Da banyak kita keturunanya salah mengerti dimana kita sendiri menyebut / menyangka bahwa Ompunta itu sipele begu(penyembah berhala), mari mulai sekarang kita luruskan kesalah pahaman kita itu..trimakasih(mauliate), Horas..Horas..Horas..
togi sianturi
Mei 6th, 2008 pada 09:21
saya sangat mendukung kalau sejarah ini diangkat ke layar lebar. dan pasti tidak rugi. perlu diadakan kerjasama diantara anak2 batak yang perduli untuk mewujudkan ini, dengan mengambil semua lokasi perjuangan, sekaligus memasarkan pariwisata.
merry sinambela
Juni 17th, 2008 pada 13:42
wooow….akhirnya aku makin mengerti n makin paham sejarahnya.. hehehe
dah lama aku ga keTUGU SINAMBELA diBakkara
kpn lg yah?… hehehehe
humisar panahatan tua simanullang
Agustus 14th, 2008 pada 09:18
artinya sisingamangaraja apa sih ? kenapa ada orang sebut nama agama sisingamangaraja ?
kenapa hanya marga sinambela saja bergelar sisingamangaraja ? sisingamangaraja kan ada 6 marga bersaudara , kenapa hanya sinambela saja ?
orang tua mereka 6 marga ini kan bernama siraja oloan , kenapa dia tidak disebut sisingamangaraja ?
bukti sejarah benda pusaka raja sisingamangaraja itu ada kemana dan siapa yang pegang ? cobalah bila buat sejarah sisingamangaraja harus lengkap dan jangan asal ceplos . tolong buatkan sejarah bapaknya sisingamangara yaitu siraja oloan karna itu ada sangkut pautnya sampai ada sejarah sisingamangaraja . kasihan sejarah ada versi -versi sendiri hingga suram sejarah itu . berdoalah pada maha kuasa agar sejarah yang benar bisa dibukakan
andi
Oktober 15th, 2008 pada 07:42
aku maw nanya,marga apa yang paling pertama ada di halak batak?
arfin ganteng
November 16th, 2008 pada 09:21
Horas ompu…
aku berdoa, semoga ompu bahagia di surga.
Duduk di sisi Tuhan yang maha kuasa.
Amin
par sman 2 balige
Februari 6th, 2009 pada 14:55
mauliate lae bah!
nga sae be tugas nami
HORASSSS.!!!
subronto
Juli 7th, 2009 pada 13:03
horas…sudah banyak yang nulis tapi ga ada penulis upload photo sisingamangaradja XI..
biar beda, coba upload photonya, setidaknya yang pertama jdnya, jadi tidak sekedar nyadur…
mauliate
roby sitohang
Agustus 10th, 2009 pada 13:13
Horas……
makasih atas informasinya…..
boleh minta tolong,jk nanti dapat tentang sejarah sisingamangaraja XII yang menceritakan tentang perkawinan ( istrinya ) karena konon katanya istri SM.Raja banyak….
thx….
jonathan sianturi
Oktober 12th, 2009 pada 20:18
sejarah perlu di ketahui semua orang,kerena masa depan ada kerena ada sejarah
tupa manullang
Desember 3rd, 2009 pada 13:52
sai anggiat ma hita nangihuthon pangalaho ni oppu ta na parjolo.
Horas…
derwin ferdinan silalahi
Januari 7th, 2010 pada 10:29
buku “Ahu Sisingamangaraja” udh ad diterbitkan tp mencari buku tentang tuanku rao susah dicari..!! ad yg bs bntu judulnya apa dan apa udh prnh diterbitkan buat menelusuri kisah penyerbuannya.!! mauliate..horas..!!
rudolf siregar
Januari 15th, 2010 pada 19:47
memang denggan do baenon web site sejarah ni halak batak, asa di boto na di liat portibi on na adong do bangso batak bukan suku batak, mauliate!!!!
HORAS…………!!!!!
parlilitan
Januari 20th, 2010 pada 10:02
Mauliate ma di hamu, Sudah menulis sejarah tentang Raja kita Sisingamangaraja, supaya generasi muda Batak semakin mengetahui sejarah tentang Bangso Batak. Semoga pemuda batak bisa meniru semangat perjuangan dan keteguhan Raja Sisingamangaraja. Satu kalimat yang harus kita tanamkan dalam diri kita yaitu ” SAYA BANGGA SEBAGAI ORANG BATAK” Horasssss….
Satria juniardi Sinambela
Februari 21st, 2010 pada 15:47
Aswbr..
Mauliate atas info ini.
Semoga sejarah singkat ini menjadi dasar kita utk menyelidiki lebih jauh lg
Sahali nai…
HORAS…HORAS…HORAS..
Buce Malau
Februari 22nd, 2010 pada 02:46
mau tanya nih brur……Apakah sejarah Raja Batak ini sudah lengkap ?
Untuk mendapatkan buku sejarah yang khusus ttg Raja Sisingamangaraja ini dimana ya ?
Terimaksih sebelumnya dan Horas…………….!
Yanan
Februari 25th, 2010 pada 19:14
Sisingamangaraja I-XII ada di tanah batak mulai abad 13?. Apa hubungannya dengan Singsingamangaraja XXI yang ada di kutai pada abad ke-9?
SALSABILA LUBIS
Maret 7th, 2010 pada 15:37
Trima kasi kpd yg punya blog, bangga dgn artikel ini. Namun, hal ini blm bisa di katakan sejarah karna data kurg lengkap. Dan disisi lain bahwa ada yg mengatakan sisinga mangaraja itu beragama Islam. Hal ini dibuktikan:
1.cap yg bertulisa Arab,
2. Dalam agama kristen tidak boleh beristri lebih dari satu.
Dlla
Tulus Pasaribu
Maret 12th, 2010 pada 11:02
Saya membaca buku bahwa Tuanku Rao adalah seorang ulama besar di Sumbar. Tuanku Rao dan Tuanku Imam Bonjol dan beserta ulama lainnya yang tergabung dalam Harimau Nan Salapan (Kaum Paderi) melakukan ekspansi ke Bakkara (Tanah Batak) yang katanya menewaskan ribuan bahkan jutaan orang salah satunya Sisingamangaraja x. Jadi mana yang benar Tuanku Rao apakah memang suku Batak atau Minang?
fernando sinambela
April 6th, 2010 pada 11:29
ini lah raja batak sesungguhnya…!jd pengen ke bakkara lg nich.kpn2 ksna lg akhh,,,
HORAS,,, dihamu sude gomparanni sisingamangaraja,raja ni halak batak.mauliate,,,,,,,,,,,,!
freddy pasaribu
April 7th, 2010 pada 12:13
bah poang ai sian boru pasaribu do hape raja i lahir..
martua ma ni marga pasaribu..
heheheh…
sai horasss
Oloan
Mei 5th, 2010 pada 11:06
Horas..! Thx bgt utk artikel ini, sedikit bnyknya sudah menambah wawasan kita tentang Raja Sisingamangaraja dan Bangso Batak, tp perlu tinjau kembali tentang wafatnya Sisingamangaraja XII, itu bukan wafat kena tembus peluru (tembak), soalnya beliau tidak mampan di tembak, biar jgn simpang siur, melainkan menghilangkan diri dengan cara bertapa, percaya atw tidak, terserah kawan2, saya sudah pernah jumpa.. Thx utk semua! Maju Bangso Batak!! Horas!
michael
Juni 29th, 2010 pada 13:25
mantap..menambah wawasan. Sedikit perbedaan dgn sumber yg lain adalah wajar…Lanjutkan !
Pical Pasaribu
Juli 6th, 2010 pada 00:46
horas …
alai sian do tahe dapot ni lae sejarah SSM on..
sabam sinambela
Juli 19th, 2010 pada 16:28
horas tano batak,,,,
sai anggiat maniN BATAK gabe tu lam majuna
H.Lukito Purba
Juli 30th, 2010 pada 15:28
horas..
klo ada info ttg sisingamangaraja 3 yg lebih spesifik.. saya mau
Polmen Sinambela
Agustus 29th, 2010 pada 19:38
Horas Bangso Batak …..
tengku syafiq sipayung
September 15th, 2010 pada 04:04
apa benar sisingamangaraja itu seorang raja?
sebab kedatangannya ke simalungun hanya dianggap sebagai kepala ugamo parmalim sebab tak ada upacara penyambutan layaknya seorang raja oleh tuan rondahaim yg saat itu menjadi raja di kerajaan raya..
vanbel
September 17th, 2010 pada 13:33
tolong sih bikin juga tanggal lahir na singsingamangaraja dari satu sampai dua belas …
soal na untuk tugas
Antonius Manullang
Oktober 3rd, 2010 pada 00:29
mauliatema dihamu namambahen situs on alana hami sandiripe akka pahoppuni oppu I dang pola diboto hami sejarahna alai dung adong situs ongabe diboto hami sejara ni oppung nami.horas,horas,horas.
JONY MANULLANG
Oktober 3rd, 2010 pada 13:19
MAULIATEMA DIHAMU AKKA NATUATUANAMI NAMARNINGOT SONGON SEJARANI OPPUTTA RAJA SISINGAMANGARAJA SEBAGAI PAHLAWAN DARI TANO BATAK GABE SADA PELAJARAN SEJARAH ON DI HAMI AKKA NAUMPOSO ALAI ADONG SAOTIK SONGON NABINOTONAMI IA OMANI OPPUI SSMXII IMA INATTA BR PASARIBU.IMA SAOTIK NABINOTO NAMI MAULIATE DIHITA HORAS HORAS HORAS….
haryoso van jawa
Oktober 5th, 2010 pada 14:53
mengituti sejarah tuanku siraja sisingamangaraja saya mulai ada sedikit timbul keyakinan = ” bahwa patih gajah mada masih ada hubungan kekerabatan dgn sisingamangaraja 1, yg berarti gajah mada berhak menggunakan marga sinambela. percoyo wae to !
syafiq
Oktober 6th, 2010 pada 23:28
saya ingin bertanya..sesiapa yg ada hubungan ataupun ikatan dengan RAJA SISINGAMANGARAJA ataupun mengenali cucu cicit nya tolong beritahu pada saya kerana saya ingin menghubungi mereka atas sebab-sebab penting tentang SISINGAMANGARAJA..ini email sy ‘syaqlola@gmail.com’ harap dapat kerjasama…terima kasih..
lamhot
Oktober 22nd, 2010 pada 19:33
di manakah sisingamangaraja di kuburkan?????????????
A. Pakpahan
November 29th, 2010 pada 08:03
Anggo ahu Lae tumagonma hita pature Batak nasannari asa adong Raja Batak nabaru. Kenapa tidak……..??? secara rasional kita berpikir serta dilihat dari sejarah suku Batak, kita memang tertinggal dengan suku-suku lain. ini dapat dibuktikan dengan peninggalan sejarah yang minim di Tanah Batak di banding Tanah Jawa, Riau, Sumsel Kalsel, dll. selanjutnya dari sifat orang Batak itu sendiri yang sudah kita maklumi bersama dan masih banyak lagi. dan salah satu sifat yang perlu kita buang sifat yang tak mau kalah dalam dialog sehingga kita seolah malu kalau nenek moyang batak tak ada apa-apanya di Zaman dulu dibanding suku lain, dari situlah timbul penambahan cerita agar Batak ini dianggap hebat sejak dulu kala ditambah cerita para orangtua kita pada anaknya untuk memberi dorongan.
jadi biarlah cerita tinggal cerita yang penting Batak sekarang sudah maju dan tak tertinggal dengan suku lain yang sudah lama mengalami kejayaan
NDH
Desember 5th, 2010 pada 16:50
NDH:
derwin ferdinan silalahi
Januari 7th, 2010 pukul 10:29
buku “Ahu Sisingamangaraja” udh ad diterbitkan tp mencari buku tentang tuanku rao susah dicari..!! ad yg bs bntu judulnya apa dan apa udh prnh diterbitkan buat menelusuri kisah penyerbuannya.!! mauliate..horas..!!
JAWAB :
Buku Tuanku Rao :
Judul : TUANKU RAO
Terbitan 1964 dan 2007
agust hutabarat
Desember 7th, 2010 pada 19:59
Aku punya buku Tuanku Rao, aku beli sekitar bulan juni pas ada bazar buku di kampus ku di semarang. Bukunya masih ejaan dulu, campuran bahasa batak, indonesia, ingris dan belanda. Aku gak tau itu asli apa ngak, tapi aku udah membacanya dari awal sampai akhir, cuma kisah penyerbuan tentara Bonjol (yang dipimpin Tuanku Rao atau dikenal Pongkinangolgolan Sinambela), agak berbeda dengan artikel Tulang Monang di atas. Makanya aku masih mencari sumber lain tentang Dinasti Sisingamangaraja. Maklum kadang sejarah dimanipulasi oleh orang2 yang berkepentingan.
Tapi aku juga mencari buku “Ahu Sisingamangaraja” blum ketemu.
henrikus marbun
Desember 16th, 2010 pada 13:56
apa dasarnya atau dendam apa yang ada di hati sipokki nangolngolan makanya dia sampai tega memenggal kepala tulangnya sendiri dan membumi hanguskan desa bakara
henrikus marbun
Desember 16th, 2010 pada 15:05
ne versi mana ne yang betul……
Ama Rotua Sihombing
Januari 10th, 2011 pada 16:43
Kebetulan nunga hujaha bukku Sejarah Batak karangan ni Batara Sangti, Ahu Sisingamangaraja, Tuanku Rao, Tuanku Lelo, dna dope.Boi dohonon ia sejarah boi doi mar-versi sesuai jaman dht kepentingan masing2. Alai na pasti ia Raja Sisingamangaraja ke XII nunga diakui Negara Rep. Indonesia sbg Pahlawan Nasional ima na gabe kebanggaan di suku Batak diantara suku2 di Indonesia. Ahu sandiri pe loja do mangalului data sejarah Batak umumna, sejarah Sisingamangaraja khususna di Belanda, Jerman, Inggris alai lebih porsea do ahu molo adong menulis terutama sian kalangan keluarga ni Raja i na mangolu dope, isarana deba sian keluarga ni Rajai na gabe mengungsi tu Malaysia si nuaeng. Mudah2an boi adong buku na boi gabe Literatur na resmi na dilengkapi buku2 Referensi. Tu hamu angka generasi muda baik sian Keluarga Siraja Oloan-Sinambela-Siraja Batak asa terpacu termotivasi hamu mambahen penelitian na komprehensif gabe sude hita suku Batak mamboto sejarah i. Asa bona ni aek puli sian dolok ni sitapongan, sai ro ma angka nauli mangihut ma na denggan. Asa takki ma ulualang galinggang jala galege, sai tubu ma anak na bisuk na malo jala ulubalang dht boru angka na mora par mas jala pareme. Horas
sandi sinambela
Januari 20th, 2011 pada 11:19
MAULIATE horas ma dihita tutu. asa anggiat angka naposoni ni batak
mangingot jala mamparrohahon sejarah ni halak batak
APALAGI para perantau yang kelahiuran diluar tanah batak
palti
Januari 31st, 2011 pada 01:43
Saya akan menghormati seorang pemimpin yg baik seperti Raja Sisingamangaraja. tetapi saya juga tidak suka mengkultuskan seseorang. Bagi saya, Sisingamangaraja adalah seorang manusia biasa seperti saya.
Sejarah yg sebenarnya dari kematian Sisingamangaraja; kepalanya dipenggal oleh Jatengger Siregar dalam perang tanding satu lawan satu dan bukan oleh Tuanku Rao. Kepala Sisingamangaraja X juga tidak terbang ke langit tetapi dimasukkan ke dalam musoleum di Bakkara oleh Jatengger atas permintaan Tuanku Rao yang pada waktu itu ada di Siborongborong.
Kita tidak boleh membelokkan sejarah demi menghormati Pahlawan yg kita cintai. Mythos tidaklah mendidik malah membodohkan kita di generasi sesudahnya.
ahmadsah.sinambela
Februari 15th, 2011 pada 18:11
ak anak batak yg lahir di medan.ak cm ingin bertanya.knapa banyak suku jawa yg bilang si singamangaraja itu org jawa????
Benardo Sinambela
Februari 27th, 2011 pada 13:59
Sisinga mangaraja itu adalah orang batak Gris keturunannya adalah Si Raja Oloan – Sinambela – Sinambela Bona ni Onan – Sisingamangaraja I.
Kenapa banyak mitos yng berkembang? itu gara2 dia (Sisingamangaraja.red) seorang raja besar, wajar memiliki kerja sama dengan Raja2 yang lain, yang ada di aceh, di jawa, Minang, dan banyak lagi.
donny manullang
Maret 23rd, 2011 pada 16:06
Hidup Toga SirajaOloan…hahahah
Horas ma dihamu angka abang dohot angak dongan tubu
abi pardede
Maret 28th, 2011 pada 18:24
saya sngat bangga dengan kebudayaan batak ..dengan perjuangan kepahlawanan sisingamangaraja ….horas …lam jaya haduan kebudayaan batak ..horas
daniel napitupulu
April 3rd, 2011 pada 14:00
horas ma bangso batak sai anggiat boi hita mamajuhon bangsota ima bangso batak
Mauliate ma lae
denny albinus penem
April 10th, 2011 pada 00:53
horas ma di hamu,,,,,!
nga mantap informasi i di baen hamu alai hurang lengkap sahotik nai, , ,
alai mandok mauliate ma jo au , , , adong do na perduli hape. .
Poltak Tio
April 28th, 2011 pada 11:05
yang saya bingung , kenapa raja Sisingamangaraja idak mencantumkan marganya seperi “Sisingamangaraja Sinambela” …Ada spekulasi bahwa banyak raja jaman itu tapi karna perjuangan melawan Belanda saat itu sangat transparan, sehinggga dia menjad pejuang atau pahlawan Indonesia…. Setuju tiddak perlu mengkultuskan orang,,, Sebab yang saya pahami dari budaya Batak adalah Kesamaan antar satu dengan lainnya, sudah ada hubungan kekerabatan, dimana tidak bisa saling ganggu atau mengusik,, kalo melihat tarombo…..,, jadi Ompu yang sesungguhnya adalah Si Radja Batak secara Fisik, dan tarombo secara Spirit, atau system ketatanan hidup….
Sekian.. Horas
BRAM SITUMORANG
Mei 14th, 2011 pada 02:24
Yg ku tau Tuanku Rao adalah anak haram,hasil hubungan gelap dlm keluarga dinasty raja sinambela…dan yg aku tau kita ini selalu terjajah ..mulai dari imam bonjol dan belanda..dan dalam kenyataan orang batak dari dahulu kala selalu saling serang.dan saling serang itu masih berlanjut saat ini, dgn HOTEL (hosom teal elat late )..menurut aku sampai sekarang Batak belum merdeka…….. dan menurut aku tuliSan diatas bukan sejarah. tapi penulis melanjutkan kata NINNA TU NIN NA…
Rodin Manalu
Juni 28th, 2011 pada 15:26
Trmksh Blognya, apapun tanggapan atau komentar pembaca terhadap tulisan ini, yg jelas ada perhatian utk mengungkap sejarah Batak walaupun itu mungkin KATANYA, minimal sedikit kita memahamai, saran saya agar dituliskan sejarah yg sebenarnya kalau dapat dengan fakta seperti tulisan tinta emas dari China ttg sejarah Ssmgraja I s/d XI, yg dibawa ke Jerman, apakah kita selaku pemilik aslinya bisa meminjam utk kebenaran sejarah tsb, kemudian cerita ttg Pokki Nangolngolan dgn gelar Tuanku RAO, mengerti nggk Pokki itu bhs Batak atau dia itu urang awak nan jauh dekat Bukit Tingga Sumbar. Trmkash.
James Sihombing
Juli 6th, 2011 pada 10:56
ima da dengggan do tutu, wacana on baenon ta songon bahan referesi lao pasempurnaon sejarah na lebih reel na. jadi hita anak na lebih muda berusaha ma lao magalului sejarah na dumenggan sian beberapa nara sumber naboi mangurupi hita lao mangalehon sejarah nasebenarnya.
jadi selamat berjuang ma ate,,,
horas ma dihuta saluhutna.
anton sinambela
Juli 16th, 2011 pada 15:00
Mengenai pustaha yg disusun apakah pustaha ini tetap tinggal di belanda ? Harusnya dikembalikan ke pemiliknya (keluarga besar sisingamangaraja)
Salut buat artikel ini bisa lebih detail sejarah pahlawan yg satu ini. ~mantap~
Ternyata secara singkat dr. Sejarah ini halak hita sdh suka hiduop di negri orang merantau.
raffel situmorang
Juli 25th, 2011 pada 01:25
saya bangga jdi orang batak,.bangsa batak,.horasssssssssssss…..sisingamangaraja pahlawan ni batak do.
Sarmina Boru Tampubolon
Agustus 15th, 2011 pada 06:28
Horas!
Tano Batak, tano hatubuanku…
Artikel tentang Dalihan natolu sudah ada belum, ya?
Molo dung adong, paboa hamu da amang, inang… ala na sai mangalului “Turi-turi Ni Ompu Na Jolo” do hami.
Mauliate
tanobatak
Agustus 15th, 2011 pada 13:35
Dalam bahasa batak ada. Pemaknaan dasar ttg Dalihan natolu.
http://tanobatak.wordpress.com/2007/11/16/dalihan-na-tolu/
juriwanti silaban
September 2nd, 2011 pada 20:47
horas dihamu sude.
Ricky sinambela.
September 14th, 2011 pada 20:54
Saya mau nanya kepada saudara yg menuliskan kilas sejarah ini, knp riwayat sisingamangaraja 1 sampai 9 tidak ada yg mengetahui awal mula sejarah sisingamangaraja itu, apa lagi makam sisingamangaraja 1 sampai 9 tidak ada yg mengetahui.
Aryo Gunbo Siallagan
Oktober 18th, 2011 pada 00:30
Horas.. Saya salut dengan penulisan sejarah Sisingamangaraja.. Jujur saya juga melihatnya dari berbagai sumber.. Namun ada kejanggalan yg perlu diperhatikan..
1. Seperti Tuanku Rao, harimau dari Salapan itu tidak dikatakan orang mana, tetapi menurut banyak sumber.. jika dilihat dari kisah Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Rao adalah orang Minang.
2. Cap arab (Islam) serta gambar pedang kembar di bendera si Raja Batak.. Jika pedang itu dipisah, bukan nyaris sama atau mengada-ada.. Itu adalah pedang Arab bahkan mirip dengan pedang Dzul Fiqar.. Diperkuat dengan putrinya Sisingamangaraja yang muslim serta agama Parmalim ada bacaan Bismillah Irrohman nirrohim dalam mantra Tabas..
3. Herannya, penganut kristen dan para missionaris.. Setau saya (maaf klo salah dan tidak ada bermaksud apa2) semua kebanyakan berasal dari Eropa, Terutama Belanda dan Jerman.. Pertanyaannya… Kenapa Belanda menyerang Batak, bukankah seharusnya Belanda berbuat baik atau mengistimewakan Batak?
Hansen Bartimeus Sinambela
Oktober 29th, 2011 pada 18:05
horas ma i hamu sude.
aldi rizaldi arif
Oktober 29th, 2011 pada 20:21
makasih ya……
keren
indri imut
November 8th, 2011 pada 14:17
aqu kan nyari biografi knp gx add???
Ranto Hutagalung
November 17th, 2011 pada 13:37
saya dukung “pengawetan” sejarah dan adat batak. Saya ingin memiliki buku-buku tentang sejarah dan adat batak, ada yang bisa bantu saya untuk mencarikan buku-buku tersebut ?. Yang penting buku-buku yang dapat dipertanggung-jawabkan isi dan materinya.
Ranto Hutagalung
November 17th, 2011 pada 13:45
Wah sorry ada yang kelupaan, sekarang malah udah banyak orang batak yang lahir di bonapasogit, mulai “meninggalkan” adat dan sejarah batak, ironis ya……..
josua maringan tampubolon
November 29th, 2011 pada 19:37
horas oppu mauliate dah tugas ku selesai
johnson habinsaran panjaitan
Desember 7th, 2011 pada 14:05
Salam ,,,,, harus diakui Sisingamangaraja XII adalah Raja Bangso Batak sebab pada masa perjuangan Kemerdekaan beliau tampil sebagai pemimpin melawan penjajah untuk membela Tanah Batak Rakyat Batak dan tentunya Tanah Air demi Kemerdekaan Indonesia
Horas ma di Oppui
Goheba
Januari 2nd, 2012 pada 10:37
Menurut buku berjudul Tuanku RAO, oleh Mangaradja Onggang Parlindungan, yang memenggal Sisingamangaraj X bukanlah Si Pongkinangolngolan alias Tuanku RAO, tetapi oleh Djatenggar Siregar, perwira tentara Padri, tahun 1819. Saya lebih memercayai ini, karena tidak masuk akal, di jaman dulu seorang babere memenggal tulangnya. Bagi peminat sejarah batak, hati-hatilah menilai sejarah. Bisa disesatkan. Bagi penulis sejarah, hati-hatilah menulis sejarah, bedakanlah antara mitos dengan fakta.
Goheba
Januari 2nd, 2012 pada 11:49
Masih menurut buku “Tuanku RAO”, oleh Mangaradja Onggang Parlindungan.
Ayah dari Pongkinangolngolan atauTuanku Rao adalah seorang putra dari Singamangaraja -VIII yang exiled dari Bakkara/Toba dan dimakamkan di Singkil. Semula bernama Prince Gindaporang Sinamblea. Di tanah Batak Utara nama itu tidak dipakai lagi, sejak disumpah oleh Singamangaraja-IX. Ibu Tuanku Rao adalah putri dari Singamangaraja-IX, yang bernama Putri Gana Sinambela. Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao lahir dari Incest = “Bloedschande”, antara seorang Uncle dengan his niece. Mengapa Sipongkinangolngolan bergelar Tuanku Rao dan beragama Islam, menjadi Panglima Tentara Cavalary Islam dan beragama Islam, ada penjelasannya. Semoga informasi ini membantu meluruskani sejarah Sipongkinangolngolan bergelar Tuanku Rao.
Wesley Hutasoit
Januari 6th, 2012 pada 18:05
aku juga punya sejarah sisingamangaraja tp maaf krn aku lupa (takut salah klu hanya ngandalkan ingatan…sattabi oppung…maaf sahali nai ffuang)..
sekedar ingatan,,mengenai debata mulajadi nabolon sampe keturunannya sibiding laut yang klu di pantai selatan namanya nyi roro kidul boru pasaribu…
juga persoalan kawin sedarah dalam sejarah batak yang melahirkan bangso batak…klu ada kesempatan aku pulang dan tuliskan untuk kalian semua akka dongan..
bangso batak..rap ma hita tapature hutatta be..
Wesley Hutasoit
Januari 6th, 2012 pada 18:09
permisi…..
di salin (copy) boleh ya….mauliate di akka dongan…lae..appara…
Prayogi
Januari 13th, 2012 pada 14:15
nice bgt gan,,semoga berguna banget untuk lintas sejarah kita yg terlupakan,,
terus berkarya gan,,
togar tambunan
Januari 13th, 2012 pada 20:42
horas,,,mansai tabo do jahaon sejarah ni sisingamangaraja on alai godang dp na hurang takkas disude pardalalanan ni ompungi sai anggiat ma tu jolo nia ari lam takkas barita on asa adong tukkot dohot palito tu pinompar ni halak batak saonari dht haduan,,alana dibahen timboni perkembangan ni zaman on nga ikkon tabahen pangajarion tu akka generasi ta asa tongtong diingot bonapasogit na..”tinallik bulung sihupi,,pinarsaung bulung sihala,,unang sumolsol dipudi ai sipasingot soada tahe” horas…..HORAS…HOraS
Leomart silaban
Januari 17th, 2012 pada 21:28
Aksara batak,perlu dipelajari oleh suku batak,kalau bisa dibiuat bukunya.
LAMASI MANURUNG
Januari 27th, 2012 pada 21:30
horas ma..dihita sude pomparan raja batak.horas…horas
indra nainggolan
Februari 8th, 2012 pada 19:30
horas tu akka dongan banso batak…
mansai uli do tahe jaha on sejarah ni opputta SISINGAMANGARAJA..
UNANG MA MAILA HITA GABE BANGSO BATAK NANGPE DI LUAR BONA PASOGIT…
HORASSS…HORASSS…HORASSS..
Juan Sinambela
Februari 14th, 2012 pada 02:39
Horas….
Bagus kali infonya,
Kalau boleh tau agama SISINGAMANGARAJA XII apa ya???
klau ada yg tersinggung sama pertanyaanku maaf ya, cuman mau tau aja aku.
Horas….
Akang Pohan
Februari 14th, 2012 pada 16:25
mantap
Edo Tobing
Februari 14th, 2012 pada 17:36
memang kejadian atau sejarah ini berlalu, pabila ada terdapat perbedaan yang bahkan hampir jauh mlenceng dari yang sebenarnya, yah bagaimanalah ya ? saksi dan tulisan serta fakta yang ada sekarang ini sudah tidak mendukung lagi, jadi kalau ada yang merasa dirinya mampu meluruskan sejarah ini silahkan saja dengan tidak menurangi rasa hormat kita kepada para penulis terdahulu yang sudah bersusah payah mencari bahan untuk tulisannya. Akhir kata dari saya sebagai pencinta sejarah mari kita saling membantu janganlah saling merendahkan dan mengejek, agar sesegera mungkin dapat terealisasi sejarah yang benar dan didukung data dan fakta yang ada dilapangan. Horas !
Indarto Harianja
Maret 15th, 2012 pada 15:48
Mauliate ma dihamu nampuna ugasan. Ahu agak bingung dimasa ni pemerintahan Raja Parlopuk – sebagai aha do status ni Raja i?. Boasa gabe Ompu Pulo Batu dinobatkan sebagai Raja SSM XII?. Horas – mauliate.
Ali nst
Maret 20th, 2012 pada 01:18
Tulang tolong dulu jelaskan,katanya si singamangaraja itu bermarga sinambela,tp kenapa koQ di belakang namanya ga di cantumkan marga sinambela itu.,?
Karena saya perna mendengar dari beberapa sumber yg menyatakan bahwa si singamangaraja itu aslinya bernama singamangurejo dari kerajaan majapahit..
Hanya sekedar ingin tau aja..Tolong jelaskan ya tulang..
Horas2
Ali nst
Maret 20th, 2012 pada 01:24
Tolong ya kasi tau aku ya tentang penjelasan itu.
muhammad korpri
April 14th, 2012 pada 10:30
RUWET KALI KAYAKNYA SEJARAH SISINGAMANGARAJA INI TERLALU BANYAK VERSI YG BERBEDA TOLONGLAH PEMERINTAH TURUN TANGAN MENELUSURI SEJARAH YANG BENAR……..
Jefri siagian
April 16th, 2012 pada 22:12
HALAK HITA DO ATE…